Logo kucing besar melompat milik
Puma mungkin sudah sering kamu lihat, di sepatu, jaket, sampai jersey klub sepak
bola favorit. Tapi dibalik desain sederhana itu, tersimpan cerita panjang soal
rivalitas dua bersaudara Jerman yang berakhir jadi pesaing abadi. Mereka adalah
pemilik Puma, Rudolf Dassler dan Adolf “Adi” Dassler pendiri Adidas.
Keduanya sempat membangun bisnis
sepatu bersama sebelum akhirnya memilih jalan masing-masing. Lantas, bagaimana
perseteruan dua saudara bisa melahirkan brand olahraga paling dikenal di dunia?
Inilah cerita di balik sejarah PUMA.
PUMA adalah brand olahraga asal Jerman yang memproduksi sepatu, pakaian, dan berbagai aksesori untuk olahraga maupun gaya hidup. Brand ini didirikan oleh Rudolf Dassler pada 1948 setelah perpisahannya dengan sang saudara, Adolf “Adi” Dassler.

Awalnya, ia menggunakan nama Ruda, yang berasal dari gabungan nama Rudolf Dassler. Namun, nama tersebut kemudian diubah menjadi PUMA.
Terinspirasi dari hewan puma yang dikenal cepat, kuat, dan lincah, Rudolf
menggunakan siluet puma yang sedang meloncat sebagai logo resmi. Simbol ini menjadi
bagian dari identitas brand yang ingin menonjolkan kecepatan serta performa maksimal
dalam olahraga.
Baca Juga:
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu
Seiring berjalannya waktu, brand Puma mulai masuk ke ranah fashion dan lifestyle, membuat berbagai produknya digunakan untuk
aktivitas sehari-hari. Sejumlah produk ikoniknya, seperti PUMA Suede, bahkan
berhasil melampaui fungsi awal sebagai sepatu olahraga menjadi ikon di dunia fashion.
Hingga kini, PUMA tetap mempertahankan identitasnya melalui perpaduan
antara performa olahraga, desain, inovasi, serta gaya hidup.

Sejarah PUMA tidak bisa
dipisahkan dari kisah keluarga Dassler. Sebelum PUMA dan adidas berdiri sebagai
perusahaan yang berbeda, Rudolf Dassler dan Adolf Dassler bekerja sama dalam
bisnis pembuatan sepatu olahraga.
Keduanya mendirikan perusahaan
bernama Gebrüder Dassler Schuhfabrik di Herzogenaurach, Jerman. Bisnis
tersebut berkembang dengan memproduksi sepatu yang ditujukan untuk kebutuhan
para atlet. Adolf, yang lebih dikenal dengan nama Adi, banyak terlibat dalam
pengembangan produk. Sementara Rudolf mengambil tanggung jawab Alhamdulillahdalam
sisi penjualan dan pemasaran.
Kerja sama tersebut sempat
membawa kesuksesan. Namun, hubungan keduanya kemudian memburuk. Perselisihan
yang terjadi akhirnya membuat Rudolf dan Adi memutuskan untuk berpisah dan
menjalankan perusahaan masing-masing. Rudolf mendirikan perusahaan sepatu
bersama logo kucing besarnya, PUMA. Sedangkan Adolf “Adi” Dassler mengembangkan
sayapnya dengan Trefoil dan three-stripes, Adidas.
Baca Juga:
Perjalanan SPECS, Dari Pelopor Sepatu Futsal Jadi Merek Sportswear yang Melegenda
Persaingan PUMA dan adidas
kemudian berkembang dalam berbagai aspek, mulai dari produk olahraga, atlet,
inovasi teknologi, hingga pemasaran. Masing-masing berusaha mendapatkan tempat
di hati konsumen dan membangun identitas brand yang kuat. Rivalitas tersebut
pada akhirnya menjadi salah satu cerita bisnis paling menarik dalam sejarah
industri sportswear.
Meskipun memiliki akar yang sama,
PUMA dan adidas kemudian berkembang dengan karakter yang berbeda.
Olahraga menjadi fondasi penting
dalam perkembangan PUMA. Salah satu bidang yang memiliki peran besar adalah
sepak bola. Ia membangun reputasinya melalui sepatu dan perlengkapan olahraga
yang digunakan oleh atlet profesional. Kehadiran brand puma di lini sepak bola menunjukkan
bahwa produknya tidak hanya mengutamakan penampilan, tetapi juga fungsi dan performa.
Mereka terus mengembangkan
berbagai teknologi pada produk olahraga, termasuk konstruksi sepatu, material
yang lebih ringan, fleksibilitas, dan kenyamanan.
Perubahan gaya hidup membuat
batas antara pakaian olahraga dan fashion semakin tipis. Konsumen tidak lagi
menggunakan sneakers hanya ketika berolahraga. Sepatu olahraga juga menjadi
bagian dari outfit sehari-hari.
Baca Juga:
Dryfit, Bahan Baju Olahraga Yang Ringan Dan Nyaman
Dari situ, PUMA makin aktif
mengembangkan kategori produk lifestyle. Sepatu, pakaian, dan aksesori tidak
hanya dirancang untuk kebutuhan olahraga, tetapi juga menunjang gaya
berpakaian. Kolaborasi dengan berbagai figur, desainer, atlet, dan pihak dari
industri kreatif juga membantu brand ini mempertahankan relevansinya di skala
konsumen yang lebih luas.
PUMA Suede yang diluncurkan pada
1968 merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah produk sportswear berevolusi jadi fashion
item. Kombinsai desain sederhana dan material suede membuat sepatu ini bisa
‘masuk’ ke berbagai gaya berpakaian.
Meski identik dengan sportswear,
PUMA memiliki berbagai lini produk yang menggabungkan kebutuhan olahraga dengan gaya hidup. Beberapa kategori utamanya
meliputi:
·
Footwear
Alas kaki merupakan salah satu produk utama PUMA.
Mereka menyediakan sepatu running, training, sepak bola, basket, motorsport, sneakers hingga sandal dan slides.
·
Apparel
Mereka juga bermain di lini pakaian seperti kaus,
jersey, jaket, hoodie, celana olahraga, dan pakaian kasual. Menggabungkan
fungsi olahraga dengan desain yang lebih mudah.
·
Accessories
Selain pakaian dan sepatu, PUMA memiliki berbagai aksesori olahraga dan fashion. Mulai dari tas, topi, kaus kaki, dompet,
bola, dan perlengkapan olahraga serta aksesori pendukung lainnya.
·
Football
Produk di lini ini meliputi sepatu
sepak bola, jersey, training wear, serta perlengkapan pendukung lain.
·
Running
& Training
Produk yang dirancang untuk mendukung aktivitas lari,
gym, dan latihan fisik.
·
Motorsport
PUMA juga bermain di fashion motorsport
yang berkaitan dengan olahraga balap. Produk yang ditawarkan antara lain
sepatu, pakaian, dan aksesori yang terinspirasi dari dunia motorsport.
·
Kids
Tersedia pula lini kids yang mencakup sepatu, pakaian, dan aksesori
untuk anak-anak.
Keragaman tersebut membuat PUMA
dapat menjangkau konsumen dari kalangan atlet hingga penggemar fashion.
Perjalanan PUMA dari bisnis
sepatu yang dirintis dua bersaudara, terpecah, dan menjadi brand sportswear ternama dunia menunjukkan
bahwa sebuah dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Kini, PUMA tidak
hanya dikenal sebagai rival adidas di dunia olahraga, tetapi juga sebagai brand
yang berhasil memadukan performa,
fungsi, dan gaya dalam berbagai kebutuhan konsumen.
Kisah di Balik PUMA, Rivalitas Dua Bersaudara yang Mengubah Dunia Sportswear
Aksesori 6 Ribuan Ini Diam-diam Menguasai Runways Fashion Mewah! Siap Kembalikan Era Y2K?
Dari Simbol Kekuasaan Jadi Neutral Baru: Mengapa Animal Print Tak Pernah Mati di Dunia Fashion?
Yayoi Kusama, Sang Seniman Polkadot yang Berpulang di Usia 97 Tahun
Kenapa Bed Cover Cepat Bau Apek? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dari Pasar Kaget Sampai Red Carpet: Mengapa Jam Tangan Jadi "Statement" Paling Epic di Dunia Fashion?
Oversize Bag Kembali Hiasi Tren 2026, Popularitas Mini Bag Tergeser!
Perbedaan Bathrobe Terry dan Waffle, Mana yang Lebih Cocok Untukmu?
Solusi Kaki Jenjang Tampak Mewah: Mengapa Sepatu T-Strap Kembali Menguasai Panggung Fashion?
Mengenal Boning, Rangka Tersembunyi yang Bikin Korset Tetap Kokoh