Selama beberapa tahun terakhir,
pakaian oversized dan siluet longgar
seolah menjadi bahasa utama fashion. Celana wide-leg,
blazer kebesaran, kemeja loose,
hingga berbagai outfit yang sengaja
dibuat jauh dari bentuk tubuh menjadi pilihan banyak orang.
Namun, memasuki musim Spring/Summer 2026–27, arah siluet mulai
menunjukkan perubahan. Sejumlah fashion
insider melihat munculnya kembali pakaian dengan bentuk yang lebih tegas,
termasuk pinggang yang ditekankan, bahu yang lebih kuat, serta proporsi tubuh
yang lebih terdefinisi. Jadi, apakah era oversized
benar-benar sudah berakhir?
Dari
Oversized ke Siluet yang Lebih Terdefinisi
Menurut Vanessa Spencer dari retailer The New Trend, setelah beberapa
musim didominasi gaya oversized dan relaxed dressing, Spring/Summer 2026–27 menunjukkan kembalinya siluet yang lebih
dekat dengan tubuh.
Sumber: bananarepublic.gap.com
Salah satu detail yang paling
terlihat adalah cinched waist, yaitu
pinggang yang dibuat lebih ramping atau tegas. Siluet ini sering dipadukan
dengan bahu yang lebih kuat sehingga menghasilkan proporsi menyerupai hourglass. Kecenderungan tersebut
terlihat pada sejumlah label seperti Magda Butrym, WARDROBE.NYC, dan Róhe.
Menariknya, fenomena tersebut bukan
hanya muncul sebagai prediksi retailer. Majalah Elle juga mencatat adanya perhatian besar terhadap bentuk pinggang
pada runway Spring 2026, dengan
berbagai interpretasi mulai dari pinggang yang sangat ramping hingga konstruksi
pakaian yang menciptakan ilusi bentuk tubuh tertentu.
Tetapi ini bukan berarti semua
pakaian longgar tiba-tiba kehilangan tempat. Fashion hampir tidak pernah
bergerak secara seragam. Oversized
masih bisa muncul bersamaan dengan pakaian fitted—bahkan
dalam satu outfit.
Baca juga: Oversized Fashion dan Obsesi Generasi Modern terhadap Comfort
Rok Mulai
Merebut Perhatian
Sumber: www.etsy.com
Perubahan proporsi juga terlihat
dari semakin pentingnya peran rok. Fashion yang beberapa tahun terakhir sangat
didominasi trousers dan denim, kini
kembali menjadikan rok sebagai salah satu bagian penting dalam koleksi baru,
mulai dari rok sutra yang jatuh mengikuti tubuh hingga midi dan mini dengan
konstruksi lebih tegas. Celana pun turut bergerak ke arah yang lebih panjang
dan tailored.
Pengamatan ini sejalan dengan
laporan tren runway Spring 2026. British
Vogue mencatat maraknya statement skirt
dalam berbagai bentuk, sementara Harper's Bazaar melihat rok semakin sering
ditempatkan sebagai pusat sebuah outfit, bukan sekadar pelengkap.
Bahkan rok sheer dan lace juga
mendapat perhatian besar. Koleksi Spring 2026 dari sejumlah rumah mode seperti
Prada, Saint Laurent, Stella McCartney, Fendi, dan Chanel memperlihatkan
berbagai interpretasi rok transparan maupun lingerie-inspired.
Bukan Cuma
Soal Pinggang
Kalau melihat keseluruhan tren,
perubahan ini sebenarnya lebih besar daripada sekadar kembalinya pakaian ketat.
Sumber: www.smh.com.au
Koleksi Spring 2026 justru memperlihatkan beragam arah yang berjalan
bersamaan. Ada siluet fitted dan cinched waist, tetapi ada pula pakaian
dengan volume besar, balloon pants, layering, tekstur eksperimental, hingga
rok berukuran dramatis. Vogue bahkan menggambarkan musim tersebut sebagai
semacam “big remix”, bukan satu tren tunggal yang mendominasi semuanya. Artinya,
yang berubah mungkin bukan kebutuhan terhadap kenyamanan, melainkan cara
fashion membentuk proporsi tubuh.
Setelah lama mengandalkan pakaian
longgar untuk menciptakan kesan effortless,
fashion kini kembali bermain dengan kontras: atasan fitted dipadukan rok bervolume, blazer terstruktur dengan bawahan fluid, atau pinggang tegas yang
diseimbangkan dengan bahu maupun rok lebih besar.
Baca juga: Panduan Jenis & Model Rok Wanita Lengkap: Dari Cut Hingga Shape!
Maximalism
Ikut Kembali
Perubahan siluet tersebut juga
berjalan beriringan dengan kembalinya detail yang lebih ekspresif.
Sumber: stylecaster.com
Kirrily Johnston dari Husk
memperkirakan Spring/Summer 2026–27
akan dipenuhi warna, print, lace, velvet, embellishment,
serta layering. Lauren Nicholls dari
Stable and Mane juga melihat semakin banyak fringe,
sequins, crystals, faux fur, tassels, dan aksesori yang lebih berani.
Dengan kata lain, fashion mulai
bergerak menjauh dari tampilan yang terlalu seragam dan minimal. Namun, bukan
berarti semua orang harus meninggalkan pakaian basic atau oversized.
Justru salah satu pesan menarik
dari tren ini adalah personalisasi. Spencer sendiri menyarankan agar orang
tidak sekadar meniru microtrend,
tetapi mengambil elemen yang disukai lalu menyesuaikannya dengan gaya pribadi.
Jadi,
Apakah Oversized Sudah Tamat?
Mungkin lebih tepat jika fenomena
ini disebut sebagai pergeseran proporsi, bukan kematian oversized. Karena pada dasarnya, fashion terus bergerak dalam
siklus. Ketika satu bentuk mendominasi terlalu lama, bentuk yang berbeda mulai
terasa baru kembali.
Sumber: www.smh.com.au
Setelah era pakaian super-relaxed, siluet yang
memperlihatkan pinggang, rok, tailoring,
tekstur, dan aksesori statement kini
menawarkan alternatif visual yang lebih ekspresif.
Jadi, bukan berarti kita jadi harus
menyingkirkan pakaian oversized kita dari lemari. Justru mungkin sekarang lah
saatnya untuk mengombinasikannya dengan sesuatu yang lebih terstruktur—misalnya
blazer oversized dengan rok fitted, atau celana longgar dengan
atasan yang menegaskan pinggang.
Sebab pada akhirnya, tren itu bukan
aturan yang wajib kita ikuti. Tapi hanyalah salah satu cara fashion menawarkan
kemungkinan maupun variasi baru untuk bermain dengan bentuk, proporsi, dan
identitas.
Baca juga: Apa Yang Berbeda di New York Spring/Summer 2027?
Era Oversized Mulai Berakhir? Pinggang Kembali Jadi Pusat Perhatian Fashion
Baju Hitam Penuh Serat Putih Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!
Rajutan Lusi vs Rajutan Pakan, Bagaimana Efeknya Pada Karakteristik Kain?
Kenapa Warna dan Karakteristik Kain Bisa Berubah Setelah Disetrika? Ini Penjelasannya
Pewarna Indanthrene: Pengertian, Cara Kerja, dan Penggunaannya
Bukan Cuma Indonesia! Menguak Misteri Seni Pewarnaan Rintang Lilin di Berbagai Belahan Dunia
Karpet Dalam Desain Interior: Fungsi, Jenis, dan Teknik Pembuatannya
Macam-Macam Istilah Toko Baju: Jangan Mengaku Pecinta Fashion Kalau Belum Tahu Bedanya Butik, Distro, dan Concept Store!
Seberapa Sering Harus Mencuci Matress Protector? Ini Penjelasannya!