Kehamilan bukan cuma soal perubahan
hormon dan emosi, tapi juga perubahan bentuk tubuh yang cukup signifikan. Perut
membesar, lingkar dada bertambah, dan tubuh terasa lebih sensitif terhadap
tekanan atau bahan pakaian tertentu. Di titik ini, banyak perempuan mulai
bertanya: sebenarnya apa bedanya maternity
clothes dengan baju biasa? Dan apakah kita benar-benar perlu membeli
pakaian khusus hamil?
Jawabannya tidak selalu
hitam-putih. Semuanya tergantung kebutuhan, gaya berpakaian, dan fase kehamilan
masing-masing.
Apa Itu
Maternity Clothes?
Sumber: https://momsandmamas.com/
Maternity clothes adalah pakaian yang dirancang khusus untuk
mengakomodasi perubahan tubuh selama kehamilan. Desainnya bukan sekadar dibuat
lebih besar, tetapi memang disesuaikan secara struktural agar nyaman dipakai
dari trimester awal hingga akhir.
Beberapa ciri khasnya antara lain:
·
Potongan yang memberi ruang ekstra di area perut
·
Panel elastis pada celana
·
Jahitan samping dengan lipit atau gathering yang bisa
“bertumbuh”
·
Pinggang tinggi (empire
waist) yang tidak menekan perut
Intinya, maternity clothes dibuat untuk mengikuti bentuk tubuh ibu hamil,
bukan memaksa tubuh menyesuaikan pakaian.
Perbedaan
Utama dengan Baju Biasa
Perbedaan paling terasa ada pada
struktur dan distribusi tekanan.
Baju biasa umumnya dirancang untuk
tubuh tanpa perut hamil. Potongannya lurus atau mengikuti bentuk tubuh standar.
Saat dipakai dalam kondisi hamil, terutama memasuki trimester kedua dan ketiga,
bagian pinggang atau perut sering terasa sempit dan tidak nyaman.
Sebaliknya, maternity clothes memperhitungkan perubahan tersebut sejak awal.
Area perut tidak ditekan, pinggang lebih fleksibel, dan bahan cenderung lebih
elastis. Hasilnya bukan hanya soal muat atau tidak, tapi juga soal kenyamanan
jangka panjang.
Selain itu, maternity pants biasanya memiliki panel kain elastis yang menutup
sebagian atau seluruh perut. Panel ini membantu menopang perut tanpa rasa
sesak, suatu hal yang sulit didapat dari jeans biasa dengan kancing tetap.
Apakah Baju
Biasa Bisa Dipakai Saat Hamil?
Kabar baiknya: bisa, dengan
catatan. Tidak semua baju biasa otomatis tidak cocok untuk ibu hamil. Beberapa
model justru sangat “maternity-friendly” meski bukan dirancang khusus sebagai
pakaian hamil.
Berikut beberapa tipe yang biasanya
tetap nyaman:
·
Oversized
shirt atau t-shirt longgar: Potongan besar memberi ruang tanpa
menekan tubuh.
·
A-line
dress: Model yang melebar ke bawah ini memberi ruang alami untuk
perut.
·
Empire
waist dress: Potongan tepat di bawah dada sangat ideal karena tidak
menekan area perut.
·
Knit dress
yang stretchy: Selama bahannya elastis dan tidak terlalu kaku, model
ini bisa mengikuti bentuk tubuh dengan nyaman.
·
Kaftan atau
loose tunic: Pilihan paling effortless dan breathable, terutama untuk
cuaca panas.
Namun, ada juga model yang
sebaiknya dihindari, seperti jeans
high-waist tanpa stretch, dress bodycon berbahan kaku, atau
atasan dengan pinggang ketat dan struktur
rigid.
Kapan
Sebaiknya Mulai Beralih ke Maternity Clothes?
Tidak ada patokan waktu yang sama
untuk semua orang. Beberapa perempuan mulai merasa tidak nyaman di bulan
keempat, sementara yang lain bisa bertahan lebih lama dengan pakaian biasa. Biasanya,
saat tanda-tanda ini mulai muncul, artinya sudah waktunya mempertimbangkan maternity clothes.
Tanda-tanda yang umum dirasakan
antara lain:
·
Celana terasa menekan meski belum terlihat sangat
besar
·
Duduk lama terasa tidak nyaman
·
Pinggang terasa sesak di akhir hari
·
Bra mulai terasa sempit
Yang paling sering “wajib” diganti
lebih dulu biasanya adalah celana, bra,
dan basic top. Karena area tersebut
paling cepat berubah dan paling memengaruhi kenyamanan harian.
Perlukah
Membeli Banyak Pakaian Hamil?
Tidak selalu.
Jika koleksi pakaianmu sudah banyak
yang longgar, flowy, atau stretchy, kamu mungkin hanya perlu
menambah beberapa item penting seperti maternity
pants dan supportive bra. Namun
jika mayoritas isi lemari adalah fitted
pieces atau structured tailoring,
investasi pada beberapa maternity
essentials bisa membuat kehamilan terasa jauh lebih nyaman.
Kuncinya bukan tentang mengikuti
tren, tapi soal fungsi dan rasa nyaman. Fashion selama kehamilan seharusnya
membantu tubuh, bukan membebani.
Maternity
Style Tidak Harus Membosankan
Sumber: https://nommaternity.com/
Dulu, pakaian hamil identik dengan
model longgar tanpa bentuk. Sekarang, pendekatannya jauh lebih modern. Siluet clean, warna netral, hingga layering
dengan outer ringan bisa membuat tampilan tetap chic tanpa mengorbankan kenyamanan.
Midi dress dengan potongan lembut,
knit set yang elastis, atau oversized shirt yang dipadukan dengan maternity
jeans bisa menciptakan look yang effortless dan tetap stylish.
Kehamilan adalah fase transformasi,
dan pakaian seharusnya mendukung proses itu dengan penuh empati.
Kesimpulan
Perbedaan antara maternity clothes dan baju biasa
terletak pada desain yang memperhitungkan perubahan tubuh secara menyeluruh.
Baju biasa memang masih bisa dipakai, terutama model yang longgar dan elastis.
Namun untuk kenyamanan maksimal, terutama di trimester kedua dan ketiga, maternity clothes menawarkan dukungan
yang lebih tepat.
Pada akhirnya, pilihan ada di
tangan masing-masing. Yang terpenting bukan label “maternity” atau bukan,
melainkan bagaimana pakaian tersebut membuatmu merasa nyaman, aman, dan percaya
diri selama perjalanan kehamilan.
Listrik Statis Bikin Pakaian Nggak Nyaman? Ini 8 Cara Ampuh untuk Mengatasinya
Maternity Clothes vs Baju Biasa: Apa Bedanya dan Perlukah Membelinya?
Perbedaan Motel dan Hotel, Jangan Salah Booking, ya!
Kenapa Hampir Semua Selebriti Punya Brand Fashion? Kenapa Bukan Makanan atau Teknologi?
Jangan Abaikan! Ini 5 Pertanda Sudah Waktunya Beli Celana Dalam Baru
Artificially Distressed Clothing: Pakaian “Sengaja Rusak” Keren atau Justru Aneh?
Kisah Pijakbumi, Menembus Pasar Dunia dengan Sepatu Ramah Lingkungan
Kenapa Kita Sering Suka Outfit Orang Lain, Tapi Nggak Berani Memakainya?
Distressed Fashion Makin Ekstrem, Ketika Kemeja Gosong Dianggap Sebagai Seni
Berhenti Menebak-nebak! Ini Cara Memilih Ukuran Bra yang Pas