Jimmy Choo merupakan salah satu
brand sepatu mewah paling populer di dunia. Dikenal lewat koleksi high heels
premium yang elegan, merek ini menyimpan jejak panjang dari seorang pembuat
sepatu asal Malaysia. Produknya hampir
tak pernah absen dari panggung red carpet
maupun layar kaca. Bahkan nama Putri Diana juga tercatat di dalam daftar pelanggan
setia merek sepatu ini.
Tapi, tahukah kamu siapa sebenarnya
sosok di balik brand ikonik, Jimmy Choo? Dan bagaimana perjalanan brand ini
hingga sebesar sekarang? Yuk, simak penjelasan lengkapnya
Nama "Jimmy Choo"
merujuk pada dua hal sekaligus: sosok desainer sepatu asal Malaysia bernama
Jimmy Choo Yeang Keat, dan rumah mode mewah bernama J. Choo Limited yang ia
dirikan bersama mitra bisnisnya.
Jimmy Choo lahir pada 15 November
1948 di Penang, Malaysia, dari keluarga pembuat sepatu keturunan
Tionghoa-Hakka. Ia mulai belajar membuat sepatu sejak usia muda, bahkan ia
berhasil membuat sandal pertamanya di usia 11 tahun. Ketertarikannya dengan
dunia footwear mendorong Choo untuk
semakin mendalami kerajinan ini secara formal. Dari situlah ia merantau ke
London dan belajar di Cordwainers Technical College (kini bagian dari London
College of Fashion) pada awal 1980-an.
Melihat pesatnya perkembangan
mode di kota tersebut, setelah lulus, Choo memilih untuk menetap disana dan
membuka bengkel sepatu kecil di bekas Metropolitan Free Hospital, kawasan
Hackney, London Timur. Dari situlah nama Jimmy Choo mulai dikenal di lingkungan
industri fashion, terutama setelah karyanya tampil dalam liputan delapan
halaman di majalah Vogue pada 1988.

Sejarah brand Jimmy Choo dimulai
pada Mei 1996, dari kolaborasi antara Jimmy Choo dan Tamara Mellon, seorang
mantan editor aksesori majalah British Vogue. Tamara-lah yang
mengusulkan gagasan untuk mengubah bisnis sepatu couture bespoke (buatan
tangan, satu per satu) milik Choo menjadi lini ready-to-wear yang bisa diproduksi dan dijual secara lebih luas.
Modal awal usaha ini didapat dari
ayah Tamara, Tom Yeardye, mantan pemeran pengganti di Hollywood sekaligus salah
satu pendiri Vidal Sassoon. Sandra Choi, keponakan dari istri Jimmy Choo, turut
bergabung sejak 1989 dan kemudian menjadi sosok kunci di balik desain
sepatu-sepatu Jimmy Choo hingga hari ini.
Toko pertamanya dibuka pada musim
gugur 1996 di Motcomb Street, London. Salah satu momen paling bersejarah yang
melambungkan nama brand ini adalah ketika Putri Diana terlihat mengenakan
sepatu Jimmy Choo, yang kemudian semakin memperkuat citra brand ini sebagai
simbol kemewahan dan keanggunan.
Awalnya, brand ini memang fokus
pada produksi heels kelas atas. Tapi sekarang, koleksinya jauh lebih beragam
seperti:
·
Sepatu hak tinggi (high heels)
·
Flat shoes
·
Hand bag
·
Dompet atau Clutch
·
Ikat pinggang
·
Perhiasan
·
Kacamata
·
Parfum pria maupun wanita
·
Aksesori fashion lain
Identitas produk Jimmy Choo
terletak pada detail jahitan yang rapi, pemilihan bahan berkualitas tinggi,
serta desain yang tetap terasa mewah namun modern. Sebagian besar proses
produksinya dilakukan di Italia, sementara desainnya tetap dikerjakan di studio
London.
Selain itu, berikut beberapa ciri
paling khas dari heels Jimmy Choo:
Jimmy Choo paling identik dengan hak stiletto berpotongan
garis yang bersih (clean lines).
Desain siluetnya dibuat sangat ramping untuk membingkai dan menonjolkan
keindahan bentuk kaki pemakainya namun tetap "walkable". Garis potongan rendah (low-cut vamp) pada bagian depan sepatu sengaja dirancang untuk
memberikan ilusi kaki yang lebih jenjang, seksi
Jimmy Choo adalah master dalam urusan memberikan efek
berkilau pada alas kaki. Merek ini sangat terkenal dengan penggunaan material glitter halus, taburan kristal
Swarovski, hingga hiasan mutiara yang mewah. Elemen glamor ini sering
diletakkan pada bagian strap (tali
pengikat), ujung sepatu (toe box),
atau bahkan melapisi seluruh permukaan sepatu
Umumnya menggunakan kulit asli, suede, satin, atau
PVC/vinyl transparan (yang jadi salah satu ciri khas beberapa koleksi mereka)
dengan hasil akhir dan jahitan yang sangat rapi. Ini yang membuat produknya
terasa "mahal" bahkan sebelum melihat harga labelnya.
Jimmy Choo berhasil
mempertahankan keseimbangan antara warisan craftsmanship tradisional dan tren
fashion modern. Brand ini terus menghadirkan desain baru yang mengikuti
perkembangan mode tanpa meninggalkan karakter khas yang telah menjadi
identitasnya. Konsistensi inilah yang membuat Jimmy Choo tetap relevan di
tengah persaingan industri fashion mewah yang terus berubah.
Pada akhirnya, yang membuat Jimmy
Choo istimewa bukan hanya karena statusnya sebagai brand mewah, melainkan
karena kemampuannya menghadirkan produk yang memadukan estetika, kualitas,
eksklusivitas, dan nilai fashion dalam satu kesatuan. Kombinasi tersebut
menjadikan Jimmy Choo sebagai salah satu nama paling berpengaruh dalam industri
sepatu dan aksesori mewah dunia.
Perjalanan Jimmy Choo, Brand Heels Mewah Favorit Putri Diana
Lebih dari Sekadar Baju Kotak-Kotak: Bongkar Sejarah Rahasia Kemeja Flanel yang Bikin Kamu Syok!
RFID dan Paspor Digital Diproyeksikan Jadi Kunci Daya Saing Baru Industri Tekstil
Oxford Shoes vs Derby Shoes: Jangan Sampai Salah Pilih (Bisa Merusak OOTD-mu!)
Shoe Tree, Rahasia Sepatu Tetap Awet dan Terlihat Seperti Baru
Bukan Salah Mesin Cuci, Ini Alasan Kenapa Beberapa Jenis Kaos Lebih Cepat Melar
Misteri Terpecahkan: Kenapa Label Baju Sering Bikin Gatal? (Dari Kain Kaku Sampai Teknologi ‘Hilang’)
Rahasia Jemur Baju: Beneran Perlu Dibalik atau Cuma Mitos Netizen?
Bukan Sekadar Aturan, Ini 4 Alasan Kenapa Sepatu Sekolah Harus Hitam
Tips Styling Headscarf Aesthetic dan Anti-Geser