Batik tak lagi identik dengan
kemeja formal atau pakaian untuk acara resmi. Kini, kain bermotif khas
Indonesia tersebut hadir dalam berbagai potongan modern yang cocok untuk gaya
sehari-hari, termasuk busana anak muda. Salah satu brand lokal yang mengusung
pendekatan ini adalah Bateeq Indonesia.
Melalui koleksi ready-to-wear
dengan motif batik kontemporer, Bateeq menawarkan cara baru untuk mengenakan
batik tanpa terkesan kuno atau kaku. Pilihan desainnya memungkinkan batik
dipadukan dengan berbagai item fashion modern, mulai dari kaus polos hingga
celana denim dan sneakers.
Lantas, apa itu brand Bateeq? Apa
yang membuatnya begitu digemari generasi Z? Berikut ulasannya.
Bateeq adalah brand fashion siap pakai (ready-to-wear) asal Indonesia yang menawarkan pakaian dengan motif batik kontemporer. Merek ini resmi didirikan pada tahun 2013 di bawah naungan PT. Efrata Retailindo, sebuah perusahaan tekstil dan ritel yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Membawa slogan "Reimagine the Culture", Bateeq lahir
dengan misi membawa batik ke panggung mode internasional tanpa menghilangkan
esensi budayanya. Alih-alih menggunakan pakem tradisional yang kaku, mereka
berfokus pada batik cetak kontemporer (printed)
yang memadukan keindahan motif nusantara dengan tren mode global.
Sebagai brand fashion lokal,
Bateeq turut menunjukkan bahwa batik memiliki ruang untuk terus berkembang.
Motif, warna, dan potongan pakaian dapat diolah mengikuti perubahan tren,
sementara unsur budaya tetap menjadi bagian penting dari identitas desainnya.
Konsistensi inovasi ini membawa mereka terpilih ke dalam program
bergengsi Indonesia Fashion Forward (IFF) dan rutin tampil di ajang mode
seperti Jakarta Fashion Week.
Salah satu aspek yang membuat batik by Bateeq begitu disukai adalah
kenyamanan materialnya. Sadar bahwa target pasarnya adalah masyarakat perkotaan
yang aktif, mereka sangat selektif dalam memilih bahan batik yang adem,
lembut, dan tahan lama.
Berikut beberapa jenis kain yang sering muncul di koleksi fashion Bateeq :
·
Katun Premium: Memiliki jalinan benang yang rapat dan kuat, namun tetap terasa dingin
di kulit. Sangat ideal untuk kemeja kerja maupun pakaian harian.
·
Serat Tencel: Bahan ramah lingkungan (eco-friendly) yang diekstrak dari serat
kayu berkelanjutan. Kain ini memberikan efek jatuh (drape) yang elegan
dan memiliki sirkulasi udara yang luar biasa baik.
·
Bemberg (Cupro): Material premium selembut sutra yang terbuat dari sisa industri kapas.
Bahan ini memberikan kilau mewah yang natural, sering digunakan untuk gaun (dress)
atau outerwear wanita.
Generasi Z memiliki beragam preferensi dalam memilih pakaian. Selain kenyamanan, desain yang menarik, fleksibilitas dalam berpadu padan, dan kesempatan untuk mengekspresikan diri turut memengaruhi pilihan fashion mereka. Pendekatan Bateeq yang memadukan motif batik dengan desain kontemporer menawarkan alternatif fashion yang lebih ekspresif.
Daya tarik Bateeq tidak hanya
terletak pada inovasi motifnya, tetapi juga pada cara motif tersebut diterapkan
ke dalam pakaian. Perpaduan desain dan material membuat koleksinya lebih up to date:
Gen Z
cenderung menghindari aturan berpakaian yang monoton. Bateeq menjawabnya dengan
memproduksi pakaian bersiluet modern seperti outer oversized, bomber
jacket, celana kulot, rompi, hingga blus asimetris. Potongan pakaian ini
sangat fleksibel untuk dipadupadankan dengan kaos polos, celana denim, maupun
sepatu sneakers kesayangan mereka.
Bateeq menghadirkan pendekatan modern terhadap motif
batik melalui eksplorasi pola, warna, dan komposisi visual. Motif tradisional
dapat tampil dengan kesan berbeda ketika dipadukan dengan warna yang lebih
berani atau susunan pola yang tidak konvensional. Karakter inilah yang
membuatnya bisa dipadupadankan dalam gaya busana kasual maupun semi-formal.
Fashion batik modern hadir dalam bentuk kemeja berpotongan
konvensional. Tetapi juga diaplikasikan pada blus, outer, gaun, serta
berbagai model pakaian yang lebih trendy. Variasi tersebut membuka peluang
untuk memadukan batik dengan item fashion lain.
Misalnya, atasan bermotif batik dan celana denim,
sedangkan outer batik bisa jadi lapisan tambahan yang menyempurnakan
penampilan kasual.
Melalui
kampanye media sosial yang estetik, brand ini sukses menyejajarkan batik dengan
gaya streetwear internasional. Memakai baju dari merek ini tidak lagi membuat
anak muda merasa "salah kostum" saat nongkrong di kafe atau pergi ke
kampus. Sebaliknya, pakaian ini dipandang sebagai bentuk ekspresi diri yang
modis sekaligus wujud kebanggaan terhadap budaya lokal.
Gen Z adalah
generasi yang kritis terhadap kelestarian lingkungan dan cenderung loyal pada
brand yang memiliki nilai etis. Merek ini memenangkan hati mereka lewat program
upcycled fashion, yaitu mengolah kembali sisa-sisa kain perca dari
produksi utama menjadi pakaian baru bersistem sirkular yang bernilai tinggi.
Pada akhirnya, pelestarian batik
tidak harus terbatas pada penggunaan busana dalam acara resmi. Melalui
pendekatan desain kontemporer, batik dapat hadir dalam berbagai kesempatan dan
gaya berpakaian. Kehadiran brand seperti Bateeq memperlihatkan bagaimana unsur
budaya dapat menjadi inspirasi dalam industri fashion modern.
Ingin mengeksplorasi bahan kain untuk koleksi fashion sendiri? Bahankaincom
menyediakan pilihan kain katun premium dan Bemberg yang bisa jadi bahan
pertimbangan. Katun premium cocok untuk kreasi busana yang nyaman namun tetap
ekonomis. Sedangkan Bemberg bisa menjadi pilihan fashion batik yang mengedepankan
elegan dan terkesan mewah.
Jelajahi koleksi produk Bahankaincom dan temukan bahan yang sesuai dengan konsep desainmu. Siapa tahu, ide busana berikutnya berawal dari kain yang kamu pilih hari ini!

Mengenal Bateeq, Brand Lokal yang Bikin Batik Makin Kekinian
Kain Mudah Luntur, Apakah Tanda Kualitasnya Buruk? Cek Faktanya, Yuk!
Fast Fashion Jual Baju Bekasnya Sendiri, Strategi Bisnis atau Tren Sustainability?
6 Tren Fashion yang Bikin Outfit Terlihat Mahal Tanpa Bikin Boncos
Garuda Indonesia X EIGER Sulap Rompi Pelampung Bekas Jadi Tas
Kenapa Brand Fashion Besar Kebanyakan Berasal dari Eropa?
Cara Menjaga Lem Sepatu Tetap Awet agar Sol Tidak Mudah Terlepas
Kenapa Lap Kacamata Selalu Dibuat dari Kain Microfiber? Ini Faktanya!
Sama-sama Dipakai Untuk Logo, Ini Bedanya Emblem Bordir dan Emblem Woven
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum