Membeli dan menyimpan kain kafan sebelum dibutuhkan mungkin terasa tabu bagi sebagian orang. Padahal, menyiapkan perlengkapan pemakaman lebih awal dapat menjadi langkah praktis bagi keluarga.
Meskipun sering diasosiasikan
dengan hal mistis atau bisa mendatangkan pamali. Sebagian kalangan justru
memandangnya sebagai bentuk persiapan diri sekaligus bentuk kasih sayang kepada
keluarga yang ditinggalkan.
Lantas, bolehkah menyimpan kain
kafan di rumah? Dan bagaimana cara menyimpannya agar tetap bersih dan layak
saat digunakan? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Kain kafan memiliki fungsi yang sangat spesifik, yaitu khusus digunakan untuk membungkus jenazah dalam prosesi pemakaman umat Islam dan Yahudi. Kain ini hanya berwarna putih bersih dan tidak memiliki motif atau tambahan warna apapun.
Dalam Islam, menyiapkan kain
kafan sebelum seseorang meninggal dunia pada dasarnya diperbolehkan. Hal
tersebut merujuk pada hadis riwayat Sahih al-Bukhari tentang seorang sahabat
yang meminta kain dari Rasulullah untuk dijadikan kain kafannya kelak.
Walaupun, hukumnya tidak wajib.
Tapi, menyiapkan kafan lebih awal tetap memberi beberapa kepraktisan:
·
Meringankan Beban Keluarga
Ketika musibah kematian terjadi, keluarga berada dalam
kondisi emosional yang rapuh dan kebingungan. Dan perlengkapan yang sudah
disiapkan bisa mengurangi beban emonsional mereka.
·
Kepastian Kualitas Bahan
Bisa memenuhi syariat Islam, yaitu bersih, sederhana, menutupi
seluruh tubuh, dan diabil dari harta sendiri (jenazah).
·
Pengingat Kematian (Tazkiratul Maut)
Keberadaan kain kafan membuat diri lebih mengingat akan
sesuatu yang pasti, yaitu kematian. Hal tersebut bisa menjadi sarana untuk mawas
diri, dan mengurangi kelekatan terhadap dunia.
Baca Juga:
Tata Cara Mengkafani Jenazah Laki-laki dan Perempuan
Meski tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, kain yang terlalu lama berada di tempat lembap atau berdebu berisiko menguning, berbau apek, hingga ditumbuhi jamur. Karena itu, cara menyimpan kain kafan tidak boleh diabaikan.
Berikut beberapa tipsnya:
Sebelum disimpan, pastikan kain benar-benar kering dan
bersih. Kalau perlu, cek tiap lipatan kain, adakah bagian yang kotor atau
terasa lembab. Periksa juga lemari atau wadah penyimpanan benar-benar bisa
melindungi kain dari debu dan sinar matahari langsung.
Karena kelembapan tinggi bisa mengundang tumbuhnya
jamur. Sedangkan paparan cahaya matahari dalam waktu lama dapat memicu perubahan
warna.
Baca Juga:
Sudah Dicuci Bersih tapi Warnanya Menguning? Cek Cara Menyimpan Baju Putihmu
Masukkan kain kafan di dalam tas atau bahan yang
memungkinkan kondisinya tetap kering (misal: plastik kedap udara). Jika
menggunakan wadah tertutup, pastikan keduanya benar-benar dalam kondisi optimal
dan tidak memerangkap kelembapan.
Walaupun sudah dikondisikan sedemikian rupa, bukan
berarti kamu bisa membiarkannya begitu saja. Periksalah sesekali untuk memastikan
tidak ada perubahan warna, bau, atau tanda kerusakan. Percuma saja bersiap
sejak jauh hari, kalau saat tiba waktunya dipakai ternyata sudah tidak layak.
Beberapa jenis pengharum lemari dapat meninggalkan residu
atau aroma pada serat kain. Lebih baik fokus pada kebersihan, kondisi
penyimpanan yang kering, dan perlindungan dari debu. Kalaupun menggunakan
produk penyerap kelembapan, ikuti petunjuk penggunaan dan hindari kontak
langsung dengan kain.
Intinya, siapkan saja, tak perlu menunggu dibutuhkan. Karena persiapan
terbaik dimulai dari hal-hal yang sering luput dari perhatian, termasuk
menyediakan kain kafan yang bersih dan layak. Sebab, ketika waktunya tiba, yang
paling dibutuhkan keluarga adalah kesiapan, bukan kerepotan mencari
perlengkapan.
Jadi, tunggu apa lagi? Temukan
pilihan kain kafan untuk kebutuhan pemulasaran di koleksi kain kafan by Bahankaincom.
Bolehkah Menyimpan Kain Kafan di Rumah? Ini Fakta dan Caranya
Fashion dan Horor: Ketika Hal Menyeramkan Justru Jadi Inspirasi Desainer
Mengenal Bateeq, Brand Lokal yang Bikin Batik Makin Kekinian
Kain Mudah Luntur, Apakah Tanda Kualitasnya Buruk? Cek Faktanya, Yuk!
Fast Fashion Jual Baju Bekasnya Sendiri, Strategi Bisnis atau Tren Sustainability?
6 Tren Fashion yang Bikin Outfit Terlihat Mahal Tanpa Bikin Boncos
Garuda Indonesia X EIGER Sulap Rompi Pelampung Bekas Jadi Tas
Kenapa Brand Fashion Besar Kebanyakan Berasal dari Eropa?
Cara Menjaga Lem Sepatu Tetap Awet agar Sol Tidak Mudah Terlepas
Kenapa Lap Kacamata Selalu Dibuat dari Kain Microfiber? Ini Faktanya!