Stylexpo

Mengenal Kain Tenun Songket Riau

Sejarah Kain Tenun Songket Riau

Riau merupakan provinsi di Indonesia yang terletak dibagian tengah Pulau Sumatera, lebih tepatnya dibagian tengah pantai timur Pulau Sumatra, yaitu disepanjang pesisir Selat Malaka. Pekanbaru merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar dari Riau. Saat ini Riau menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia dengan didominasi sumber daya seperti minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat.

Riau dikenal mempunyai banyak warisan budaya. Bahkan pemerintah telah mengakui warisan budaya warisan tak benda (WATB) yang ada Riau pada tahun 2018. Kerajinan yang terkenal di Riau adalah kerajinan Kain Songket oleh masyarakat Melayu Riau.

Orang yang berjasa dalam sejarah munculnya kain tenun songket di Riau adalah seorang wanita bernama Wan Sitti Binti Wan Karim yang berasal dari Kerajaan Trenganu. Beliau adalah seorang yang cakap dan terampil alam hal bertenun dan mengajarkan bagaimana cara menenun kain songket. Pada awalnya tenun yang diajarkan adalah tenun tumpu, lalu bertukar dan diganti dengan menggunakan alat yang dinamakan KIK. Alat tenun KIK berkerja dengan mengumpulkan lembaran benang dan menggulungnya pada seruas bambu atau kumparan ( disebut menerau), selanjutanya kumpulan benang pada bamu/kumparan tadi disusun menyatu dengan benang yang liannya hingga mencapai panjanh 20-30 m dan digulung dialat penggulung yang diletakan di ujung KIK. Dengan berjalannya waktu, alat KIK saat ini sudag diganti dengan ATBM yang dianggap lebih efisien.

Pada zaman dahulu, kain tenun songket siak merupakan bahan pakaian hanya untuk kalangan kerajaan, seperti keluarga dan kerabat sultan serat para pembesar kerajaan. Dan benang yang digunakan hanyalah benang sutra. Namun pada suatu massa terdapat kesulitan dalam pemenuhan benang sutra dan masyarakat mulai mengganti menggunakan benang katun.

Motif Kain Tenun Songket Riau

Dalam tradisi Melayu Riau, motif atau yang biasa disebut dengan corak, ragi, bentuk dasar, atau acuan induk bersumber pada alam seperti flora, fauna, dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga maupun bentuk abstrak lainnya.

Berikut merupakan beberapa motih Kain Tenun Songket Riau.

  1. Motif Pucuk Rebung

Motif Pucuk Rebung mempunyai filosofi sesuai dengan namanya, yaitu melambangkan sesuatu kekuatan yang muncul dari dalam. Walupun mempunyai bentuk yang berbeda-beda, namun tetap menganding satu pengertian bahwa suatu kekuatan akan muncul dari tunasnya.

  1. Motif Awan Larat

Motif yang satu ini merupakan rangkaian dari motif yang tersusun rapi saling berdampingan dan berhubungan. Motif yang melambangkan tentang keabadian atau umur yang panjang ini berilham pada alam yaitu awan akan bergerak apabila ditiup angin. Beberapa ada yang beranggapan bahwa nama dari Awan larat diambil dari nama seorang bocah yang bernama Awang yang tengah menggaris tanah hingga melaratlarat menjadi bentuk yang elok. Motif Awan Larat merupakan motif atau corak yang paling dimuliakan dalam apresiasi seni ukir Melayu Klasik.

  1. Motif Lebah Bergayut

Motif Lebah Bergayut biasanya diletakan pada bagian atas bidang tenun atau songket. Motif ini berakar pada rumah lebah madu yang biasanya menggantung dipohon. Pada zaman dahulu, sering sekali dijumpai rumah lebah dengan ukuran besar yang mengganung dipohon-pohon besar yang ada di Riau. Hal ini mengingatkan bahwa diatas bumi Riau sangat subur dan banyak ditumbuhi pohon-pohon besar.

  1. Motif Siku Keluang

Motif ini mmepunyai arti kepribadian yang memiliki sikap dan tanggung jawab menjadi idaman setiap orang Melayu Riau.

  1. Motif Siku Awan

Motif Siku Awan mempunyai filosofi bahwa budi pekerti, sopan santun, dan kelembutan akhlak menjadi asas utama masyarakat Riau.

  1. Motif Siku Tunggal

Untuk motif yang satu ini menggambarkan  sikap dan perilaku orang Melayu yang sangat mengutamakan iman yang baik dan kerukunan atar sesama Melayu maupun dengan masyarakat pendatang.

  1. Motif Wajik Sempurna

Motif Wajik Sempurna ini mengandung pengertian bahwa sifat Allah SWT yang maha pemurah.

  1. Motif Daun Tunggal

Motif Daun Tunggal mengandung pengertian nilai falsafah keluhuran dan kehalusan budi, keakraban dan kedamaian.

Motif yang terdapat dalam Kain Tenun Songket selain mempunyai filosofi tersendiri. Hal ini menjadi penanda atau ciri khas untuk membedakan kain tenun songket Riau dengan daerah lain di Indonesia. Semua mempunyai ciri khas dengan sejuta filosofi sebagai wajah dati daerah masing-masing dari segi budaya. Selain itu, motif yang cantik ini mampu mensejajarkan Kain Tenun Songket Riau sebagai sebuah warisan kebanggan bangsa.

 


WhatsApp Kami