Batik tulis Giriloyo kembali menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti pada motif-motif lama. Menjelang peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, memperkenalkan 14 motif batik tulis baru yang mengambil inspirasi dari kehidupan dan tradisi masyarakat setempat.
Pengembangan motif ini menjadi upaya para perajin untuk memperluas daya tarik batik tulis Giriloyo, khususnya bagi generasi muda seperti milenial dan Gen Z. Meski begitu, pengembangan tersebut tidak berarti meninggalkan motif klasik Mataraman yang selama ini menjadi identitas kuat batik Giriloyo.
Kampung Batik Giriloyo dikenal sebagai salah satu sentra batik tulis di Yogyakarta. Para perajin di kawasan ini selama bertahun-tahun mempertahankan berbagai motif klasik Mataraman, seperti Sido Asih, Wahyu Tumurun, Sido Mukti, Sido Luhur, Parang, dan Kawung.
Namun, perubahan selera pasar mendorong munculnya inovasi dalam pengembangan motif. Ketua Desa Wisata Wukirsari, Nur Ahmadi, mengatakan pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk ISI Yogyakarta dan UNY.
Salah satu agenda kolaborasi tersebut adalah pengembangan motif batik yang mengambil inspirasi dari potensi lokal Giriloyo. Dengan pendekatan ini, motif batik tidak hanya berfungsi sebagai ornamen, tetapi juga menjadi media untuk merekam cerita, tradisi, serta kehidupan masyarakat setempat.
Motif-motif baru yang diperkenalkan Kampung Batik Giriloyo mengambil inspirasi dari berbagai kegiatan dan simbol yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya berasal dari tradisi majemukan atau merti dusun, yaitu upacara masyarakat yang digelar setiap tahun setelah musim panen. Berbagai properti dan unsur dalam tradisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam motif batik.
Sebanyak 14 motif baru yang mulai diproduksi para perajin tersebut antara lain:
Pengembangan tersebut memberikan ruang bagi batik Giriloyo untuk menghadirkan corak yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui kain.
Meski memperkenalkan berbagai motif baru, perajin batik tulis Giriloyo tidak meninggalkan motif klasik Mataraman. Produksi motif lama tetap berjalan berdampingan dengan pengembangan desain baru.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa inovasi dan pelestarian dapat berjalan bersamaan. Motif klasik tetap menjadi bagian dari warisan batik Giriloyo, sementara motif baru membuka peluang untuk menjangkau selera konsumen yang lebih beragam.
Kampung Batik Giriloyo sendiri memiliki tradisi membatik yang diwariskan secara turun-temurun. Situs resmi Kampung Batik Giriloyo menyebut kawasan tersebut memiliki lebih dari 600 perajin batik dan terus mengembangkan kegiatan edukasi membatik bagi wisatawan.
Inovasi tidak hanya dilakukan melalui motif. Kampung Batik Giriloyo juga mulai mengembangkan penggunaan pewarna alam dalam proses pewarnaan batik.
Para perajin bahkan didorong untuk menanam tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pewarna di sekitar kawasan Giriloyo. Selain mendukung penggunaan bahan pewarna alami, keberadaan tanaman tersebut juga dapat menjadi bagian dari kegiatan edukasi bagi wisatawan yang berkunjung.
Beberapa tanaman dapat menghasilkan warna tertentu. Misalnya, pohon mahoni dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan warna cokelat, sementara pohon nangka dapat menghasilkan warna kuning.
Pengembangan ini sekaligus memperluas pengalaman wisata di Kampung Batik Giriloyo. Wisatawan tidak hanya melihat atau membeli batik, tetapi juga dapat mengenal lebih jauh proses dan sumber bahan yang digunakan dalam pembuatannya.
Sumber: YogyaPos
Sambut Hari Batik Nasional, Kampung Giriloyo Siap Perkenalkan 14 Motif Batik Tulis Baru
Mewah Tanpa Logo Besar, Ini Rahasia di Balik Gaya Elegan Massimo Dutti
5 Negara Penghasil Kapas Terbesar di Dunia, Indonesia Impor Dari Mana?
Fix Bikin Pangling! Ini 5 Tren London Fashion Week SS27 yang Paling Mudah Kamu Tiru Sekarang Juga!
Apa Itu Placket pada Pakaian? Kenali Fungsi dan Jenis-jenisnya
Era Oversized Mulai Berakhir? Pinggang Kembali Jadi Pusat Perhatian Fashion
Baju Hitam Penuh Serat Putih Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!
Rajutan Lusi vs Rajutan Pakan, Bagaimana Efeknya Pada Karakteristik Kain?
Kenapa Warna dan Karakteristik Kain Bisa Berubah Setelah Disetrika? Ini Penjelasannya