Bahan lembut, ringan, dan punya efek jatuh yang cantik. Pashmina viscose memang punya magnet khusus bagi para hijab lovers. Styling-nya juga effortless karena ia sangat mudah dibentuk dan nyaman saat dikenakan. Tahu kan titik baliknya dimana? Jelas di perawatannya.
Pashmina viscose butuh perlakuan
yang sedikit lebih hati-hati. Salah mencuci, terlalu sering mengucek, atau
memerasnya dengan cara dipelintir bisa memengaruhi bentuk dan tampilan
pashmina. Lantas, bagaimana cara merawat pashmina ini agar tetap rapi dan tidak
berubah bentuk? Berikut ulasannya!

Viscose merupakan serat selulosa
regenerasi yang dikenal punya tekstur lembut dan kemampuan jatuh atau drape
yang baik. Karakter tersebut membuatnya nyaman digunakan sebagai pashmina karena
kain terasa ringan dan relatif mudah dibentuk.
Namun, ada satu kondisi yang
membuat viscose perlu mendapat perhatian lebih, yaitu ketika basah.
Dalam kondisi basah, kekuatan
seratnya bisa menurun sehingga lebih rentan terhadap tarikan, puntiran, dan
gesekan yang berlebihan. Jadi, bukan berarti pashmina viscose tidak boleh
terkena air. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kain diperlakukan selama dan setelah dicuci.
Karena itu, merawat pashmina
viscose bukan hanya soal seberapa
sering ia boleh dicuci. Tetapi juga bagaimana cara mencuci, memeras, hingga mengeringkannya.
Baca Juga:
Digital Printing Dengan Kain Dobby Cotton Viscose
Kunci dari merawat pashmina viscose adalah jangan perlakukan secara kasar ketika ia basah. Mengucek, memelintir kain, atau langsung menggantungnya setelah dicuci akan memberi tekanan berlebih pada serat. Prinsipnya yaitu minimkan gesekan, tarikan, ataupun panas.

Mulai dari cara mencuci,
mengeluarkan sisa air, sampai proses pengeringan, berikut tips merawat pashmina
viscose yang benar:
Meskipun sama-sama berbahan viscose, setiap pashmina bisa
memiliki konstruksi, campuran serat, jenis pewarnaan, atau finishing yang berbeda. Karena itu, petunjuk perawatannya juga
belum tentu sama.
Jika care labeling mencantumkan hand wash, maka cucilah dengan tangan. Namun, jika label mengizinkan pencucian mesin, pilih metode gentle atau delicate yang putarannya rendah. Masukkan pashmina ke dalam laundry bag untuk membantu mengurangi gesekan dengan pakaian lain.
Cuci pashmina viscose menggunakan air dingin atau suhu
normal. Hindari air panas karena bisa meningkatkan risiko perubahan bentuk maupun
ukuran. Tambahkan deterjen berformulasi lembut secukupnya. Tak perlu banyak-banyak
memakai deterjen hanya karena ingin membuat kain lebih bersih.
Ini salah satu bagian yang sering luput. Masukkan
pashmina ke ember berisi air, lalu putar secara perlahan untuk membantu
melepaskan kotoran. Jangan mengucek, menyikat, atau menggosok permukaannya
terlalu kasar.
Kalau ada noda, fokus saja bersihkan bagian tersebut daripada
menggosok seluruh permukaan pashmina.
Baca Juga:
Cara Merawat Pakaian Berbahan Tipis Agar Tidak Cepat Rusak
Pashmina berbahan viskosa juga tidak membutuhkan sesi
perendaman yang lama. Setelah kotoran terangkat, segera bilas sampai bersih.
Karena makin lama berada dalam kondisi basah, semakin lama pula serat viscose
berada di situasi yang rentan.
Ini satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Jangan memelintir
pashmina dari kain viscose seperti saat memeras pakaian biasa. Sebab, itu sama
saja seperti memberi puntiran dan tarikan pada kain yang sedang lemah.
Cukup menekannya perlahan, atau gunakan handuk bersih
untuk menyerap kelebihan air.
Sebenarnya pashmina ini tak perlu sering-sering
dirapikan dengan setrika.
Tapi kalau memang sangat kusut maka aturlah pada suhu
rendah. Balik pashmina ke sisi dalam dan hindari menahan setrika terlalu lama
pada satu bagian. Mau pakai setrika biasa ataupun steamer, pastikan kamu tidak
memakai pengaturan suhu tinggi.
Kain yang basah akan menjadi lebih berat, begitupun pashmina
dari material viscose.
Ketika digantung, berat tersebut dapat menarik kain ke
bawah dan memberikan tekanan pada bagian tertentu. Karena itu, kurangi air
terlebih dahulu lalu jemur secara mendatar di tempat teduh dengan sirkulasi
udara yang baik untuk menjaga kualitas serta bentuknya.
Baca Juga:
Proses Pengolahan Serat Dan Pembuatan Kain Viscose, Lengkap!
Setelah dipakai, jangan langsung lempar pashmina
viscosemu ke lemari atau keranjang cucian kalau tidak ingin langsung dicuci. Angin-anginkan
terlebih dahulu agar sisa kelembapan hilang. Kalau sudah dicuci dan kain
benar-benar kering, lipat dan simpanlah di tempat yang kering. Pastikan juga
tumpukannya tidak terlalu penuh agar hijab viscosemu tetap rapi.
Merawat pashmina tidak berhenti setelah keluar dari
lemari. Gesekan berulang selama pemakaian juga dapat memengaruhi permukaan
kain. Aksesori dengan bagian tajam, permukaan kasar, atau velcro
misalnya, dapat menarik serat dan meninggalkan bekas di permukaan kain.
Karena itu, perhatikan juga benda-benda yang bersentuhan
langsung dengan pashmina bahan viscose saat dikenakan.
Merawat pashmina rayon viskosa sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Cukup perlakukan kain secara lembut, terutama ketika basah. Dengan begitu,
pashmina bisa tetap lembut, rapi, dan lebih mampu mempertahankan karakter
jatuhnya.
Jadi, jangan cuma jago styling-nya.
Rawat juga dengan cara yang tepat Kalau
ingin pashmina viscose tetap on point. Semoga tips ini bermanfaat, ya!
9 Cara Merawat Pashmina Viscose yang Benar
Maximalist vs Avant-Garde: Kenapa Fashion yang “Gila” Sering Bikin Bingung?
Kenapa Motif Loreng Disebut Camo? Ini Asal-usulnya!
Atelier vs Butik, Apa Sih Bedanya?
5 Tren Menswear dari Milan Fashion Week SS27: Saat Gaya Pria Makin Berani
Kenapa Serat Kain Satin Mudah Tertarik? Ini Penyebab Snag dan Cara Mencegahnya
Mengenal Kain Bouclé, Rahasia Tekstur Mewah di Balik Jaket Chanel
Arah Serat Kain (Grainline): Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
Beauty Milan Fashion Week SS27: Saat Glamour Jadi Lebih Berantakan
Sambut Hari Batik Nasional, Kampung Giriloyo Siap Perkenalkan 14 Motif Batik Tulis Baru