Coba deh kamu cek lemari pakaian
sekarang. Ambil satu sweatshirt atau crewneck kesayanganmu, lalu perhatikan
bagian kerahnya. Tepat di bagian depan bawah lubang leher, kemungkinan besar
kamu akan menemukan sebuah jahitan berbentuk segitiga terbalik.
Hampir semua orang yang suka pakai outerwear pasti pernah melihat detail
kecil ini. Tapi kalau ditanya, "Itu
fungsinya buat apa?", mayoritas bakal menjawab, "Ya... paling cuma variasi desain biar keren."
Well, tebakan itu gak sepenuhnya
salah untuk era sekarang. Tapi tahu gak sih, kalau di awal kemunculannya,
segitiga kecil bernama V-stitch atau
V-insert ini punya peran hidup dan
mati bagi kenyamanan para atlet?
Yuk, kita bedah sejarah dan fungsi
tersembunyi dari segitiga misterius ini!
Lahir dari
Lapangan American Football Tahun 1920-an
Sumber: www.dazn.com
Untuk memahami fungsi segitiga ini,
kita harus mundur jauh ke tahun 1920-an di Amerika Serikat. Pria di balik
penemuan sweatshirt adalah Benjamin Russell, seorang pemilik
pabrik pakaian dalam sekaligus ayah dari seorang pemain American football bernama Benny Russell Jr.
Pada zaman itu, para atlet berlatih
menggunakan kostum berbahan wol. Kebayang gak panasnya kayak apa? Kain wol itu
tebal, bikin gerah, gatal saat berkeringat, dan kalau sudah basah bakal jadi
berat banget.
Gerah melihat anaknya tersiksa saat
latihan, Benjamin Russell akhirnya mendapat ide brilian: membuat baju olahraga
dari bahan katun lembut yang biasa dipakai untuk pakaian dalam, tapi dengan
potongan yang longgar. Lahirlah apa yang kita sebut sweatshirt hari ini.
Nah, di sinilah si segitiga kecil
tersebut diperkenalkan oleh brand legendaris Russell Athletic.
Baca juga: Mengenal Sejarah dan Gaya Ikonik Sweatshirt. Lebih dari Sekadar Pakaian Hangat
Dua Fungsi
Utama Si Segitiga "V-Stitch"
Bukan sekadar tempelan, potongan kain berbentuk segitiga ini awalnya dibuat dari bahan katun berusuk (ribbed cotton) yang dijahit terpisah dengan badan baju. Ada dua alasan teknis mengapa komponen ini wajib ada:
Sumber: www.gearpatrol.com
1. Spons
Penahan Banjir Keringat
Nama bajunya saja sudah sweat-shirt (baju keringat), jadi fungsi
utamanya jelas untuk menghadapi keringat. Area leher dan dada atas adalah zona
merah yang paling cepat basah saat seseorang berolahraga intens.
Dengan memasang kain katun berusuk
yang lebih tebal di bagian kerah, segitiga ini berfungsi layaknya spons.
Tugasnya adalah menyerap keringat dari leher sebelum cairan tersebut mengalir
ke bawah dan membasahi seluruh area dada. Alhasil, para atlet bisa tetap fokus
tanding tanpa merasa risi.
2.
Penyelamat Kerah Baju dari Risiko Melar
Pernah gak kamu kesal karena leher
kaos atau sweater kesayanganmu jadi
longgar dan berbentuk seperti kerupuk setelah sering dipakai? Para atlet zaman
dulu menghadapi masalah yang sama, bahkan lebih parah.
Saat melepas atau memakai baju
dengan terburu-buru di ruang ganti, bagian leher baju sering ditarik dengan
kasar. Kain rajutan pada V-stitch
sengaja didesain memiliki elastisitas (stretch)
yang lebih tinggi daripada bagian baju lainnya. Segitiga ini memberikan ruang
renggang tambahan, sehingga kepala bisa masuk dengan mudah tanpa merusak atau
membuat lubang leher melar seiring berjalannya waktu.
Plot Twist:
Kenapa Sekarang Cuma Jadi Hiasan?
Sumber: www.consortium.co.uk
Kalau kamu perhatikan sweatshirt modern yang dijual di mall
saat ini, banyak yang segitiganya cuma berupa garis jahitan saja, bukan
potongan kain elastis yang terpisah. Kenapa fungsinya berubah?
Jawabannya adalah kemajuan teknologi tekstil.
Industri konveksi zaman sekarang
sudah sangat canggih. Bahan katun modern sudah jauh lebih fleksibel dan tidak
mudah melar meskipun sering ditarik. Ditambah lagi, sudah ada teknologi moisture-wicking (kain cepat kering) dan
bahan sintetis ringan yang bisa menguapkan keringat dalam hitungan detik tanpa
perlu bantuan "spons" di kerah.
Jadi, kenapa brand fashion zaman
sekarang tetap mempertahankan segitiga itu?
Alasannya murni demi estetika dan
nostalgia. Desain V-stitch telah
menjadi identitas otentik dari sebuah sweatshirt.
Tanpa adanya segitiga itu, sebuah crewneck
akan terlihat seperti kaos lengan panjang biasa. Komponen ini dipertahankan
untuk memberikan kesan vintage, sporty, sekaligus menghormati sejarah
panjang pakaian olahraga klasik.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah tahu kan
rahasia di balik segitiga kecil di kerah bajumu? Jadi, kalau nanti ada temanmu
yang iseng bertanya atau berkomentar soal detail tersebut, kamu bisa pamer
pengetahuan fashion trivia ini ke
mereka.
Bukan cuma pajangan modern,
segitiga kecil itu adalah bukti sejarah bagaimana sebuah inovasi sederhana di
tahun 1920-an bisa bertahan dan tetap dicintai hingga seabad kemudian!
Gimana, coba cek sweatshirt yang kamu pakai sekarang, jahitannya asli potongan kain elastis atau cuma hiasan benang doang, nih?
Baca juga: Apa Sih Bedanya Hoodie, Jaket, dan Sweater?
Kenapa Baju Dari Kain Rayon Lebih Mudah Sobek Atau Bolong?
Kenapa Baju Ukuran M di Brand A Jadi XL di Brand B? Bongkar Misteri 'Sekte' Ukuran Baju yang Bikin Makan Hati!
Bukan Buat Tempur! Misteri Kenapa Baju Tanpa Lengan Disebut "Tank Top" dan Sejarah Kelam di Baliknya
APPBI Ingatkan Bahaya Tekstil Motif Batik bagi Kelestarian Batik Tradisional
Amankan Keranjang Belanjamu! 7 Cara Ampuh Mengurangi Kebiasaan Impulsive Buying
Dari Gembala ke Runaway: Kisah Rahasia di Balik Topi Beret yang ‘Prancis Banget’!
Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize
Busana Asimetris, Tren Fashion Unik yang Semakin Digandrungi Gen Z
Alasan Genius di Balik Kantong Kanguru Hoodie, Bukan Cuma Tempat Tangan Salting!
Mengenal Bias Cut, Teknik Pembutan Pola yang Bikin Gaun "Jatuh" Sempurna